Archive for October, 2010

Mampukah Keturunan Naipospos Bertutursapa?

Oleh: Maridup Hutauruk

Artikel ini adalah dalam format PDF yang dikirim langsung oleh penulisnya Maridup Hutauruk. Disebutkan bahwa artikel ini telah dimuat sebelumnya di Naipospos Online. Silahkan meng-klik judul dibawah.

Mampukah Keturunan Naipospos Bertutursapa (15 pages), be patient for downloading in a few minutes and you’ll get a good figure of the article

Advertisements

Tanggapan Punguan Naipospos Tentang Tarombonya

Oleh: Maridup Hutauruk

Artikel ini disusun setelah menghadiri Rapat Punguan Naipospos di Jakarta menanggapi terbitnya “Buku Saku Marga Batak” oleh Doangsa PL. Situmeang yang diterbitkan tertanggal Desember 2008.

Rapat diadakan di Ruang Rapat Gedung Purnawirawan Polri di Jalan Darmawangsa-II Jakarta Selatan pada Minggu, 8 Nopember 2009 yang dimulai pukul 16:00 WIB s/d selesai sekitar pukul 20:00 WIB. Undangan yang hadir dijatahkan untuk 5 orang dari masing-masing perwakilan marga keturunan Naipospsos.

Mengapa Punguan Naipospos harus menanggapi terbitnya buku saku ini dikarenakan khususnya Tarombo Naipospos dipaparkan dengan menyebutkan bahwa Naipospos menurunkan 5 orang anak dari 2 orang istri, sementara yang dianut secara tradisional selama ini diakui hanya 2 orang anak yaitu Toga Sipoholon dan Toga Marbun atau sebaliknya.  Continue reading

Canda-canda Dalam Sebuah Seminar Yang Diadakan Oleh Punguan Raja Naipospos

Oleh Maridup Hutauruk

Penulis sebenarnya merasa beruntung mendapatkan jatah undangan dari Punguan Hutauruk & Boruna Sejabodetabek yang dihantar langsung oleh Ketua Umum Jhony Hutauruk yang juga hadir pada seminar, karena Punguan Hutauruk sebagai salah satu komponen Punguan Raja Naipospos sebagai penyandang kepanitiaan seminar disamping enam marga-marga Naipospos lainnya, termasuk sekitar sepuluh penyandang pribadi. Penulis memutuskan kehadiran lebih awal di tempat seminar dengan maksud untuk menghindari macetnya kota Jakarta dan termasuk untuk persiapan penguasaan lapangan dimana seminar diadakan. Harap maklum, terpaksa artikel ini agak panjang. 

Seminar yang diselenggarakan oleh Punguan Raja Naipospos Sabtu, 24 Oktober 2009 di Ruang Lotus Lantai-6 Gedung Jakarta Design Center yang dijadwalkan dimulai pukul 08:30 WIB berakhir sekitar pukul 17:00 WIB, dengan menelorkan sebuah wacana tentang perlunya Batak secara umum atau Batak Toba khususnya memiliki sebuah wadah yang kira-kira melengkapi wadah-wadah yang sudah ada dikalangan masyarakat Batak. Continue reading

Kearifan Menapaki Sejarah Naipospos & Keturunannya

Oleh: Maridup Hutauruk

Kearifan menapaki sejarah seorang Naipospos dan keturunannya tentu harus arif pula mencari jatidiri dari mulai seorang Naipospos dan para keturunan yang sudah memuliakan marga-marganya. Jatidiri adalah identitas seseorang yang berisi segala informasi yang dapat dipertanggungjawabkannya untuk dikemukakan kepada siapapun.

Tersematnya identitas yang menjadi jatidiri dapat terjadi dari upaya yang disengaja maupun yang akan datang dengan sendirinya. Tercantumnya suatu identitas yang menjadi jatidiri pada intinya adalah nilai-nilai kebaikan yang terutama akan berguna pada dirinya dan mungkin pula akan berguna pada orang lain, yang artinya sudah pasti bermanfaat pada dirinya dan sesuai dengan nilai-nilainya akan dimanfaatkan pula oleh orang lain. Jatidiri tentu berawal dari sesuatu yang terkecil sampai kepada sesuatu yang lebih besar yang masih dapat didefinisikan. Apabila kita mengambil contoh yang terkecil pada seseorang yang kadang disebut sebagai pribadi, jiwa, insan, atau istilah lain yang terwakili oleh bahasa. Kemudian adapula identitas sebagai kelompok marga, suku, bahkan bangsa.

Continue reading

Sanggahan Ricardo Parulian Sibagariang Terhadap Pendapat Ama Natalia Lumbangaol Mengenai Tarombo Naipospos

Oleh: Ricardo Parulian Sibagariang

Salam damai sejahtera dari Tuhan sebagai sumber pengetahuan dan kebijaksanaan.  Hormat dan pujian bagi-Nya, yang telah memberi kasih, berkat, dan perlindungan bagi kita keturunan Raja Naipospos.

Horas dan salam kenal kepada Ampara sekeluarga Ama Natalia Lumban Gaol dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terima kasih saya ucapkan kepada Ampara atas tanggapan yang diberikan Ampara pada artikel tulisan saya yang berjudul KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.

Continue reading

Marbun History

Oleh: Hojot Marluga

Asal-usul (silsilah) merupakan suatu hal penting untuk diketahui setiap orang batak terutama keturunan Toga Marbun yang sudah lahir dan besar di kota. Mengapa perlu ? Supaya nantinya kita mengetahui letak posisi kita dalam martutur(sundut papigahon). Sebab kalaulah ada yang sampai tidak mengetahui silsilahnya atau asal-usuknya akan dianggap Batak Kasar(Nalilu)

Adapun Toga Marbun adalah anak dari Naipospos, anak bungsu dari tuan Sorbadibanua yang lahir dari boru Sibasopaet. Naipospos mempunyai istri dua, yang keduanya boru bor-bor(Pasaribu). Istri pertama Naipospos sendiri melahirkan Toga Sipoholon, yaitu : Hutauruk, Sibagariang, Simanungkalit dan Situmeang. Sedangkan istri kedua, itulah yang melahirkan Toga Marbun : Lumban Batu, Banjar Nahor dan Lumban Gaol. Continue reading

Tanggapan Sekitar Polemik Marga Keturunan Toga Naipospos dan Keturunannya

Oleh: Ama Natalia Lumbangaol

Setelah membaca beberapa tulisan yang ada pada website Naipospos.net penulis ingin memberi sedikit tanggapan. Namun sebelumnya lebih dahulu memperkenalkan nama Ama Natalia Lumban Gaol saat ini berdomisili di Malang.

Tanggapan ini dimaksudkan untuk memberi warna atau untuk melengkapi pendapat dari beberapa penulis sebelumnya yang didominasi referensi atau sumber ceritera yang dituturkan oleh orangtua yang tinggal di sekitar Silindung & Sipoholon. Sedangkan penulis bersal dari daerah Humbang tempat parserahan keturunan Sitoga Marbun sehingga sumber yang diperoleh juga didominasi dari ceritera yang dituturkan oleh orangtua yang bermukim dikawasan Humbang. Dengan demikian diharapkan yaitu: Pertama, ada penyeimbang atas beberapa tulisan sebelumnya. Continue reading