Raja Naipospos dan Keturunannya

Raja Ni Naipospos dan Keturunannya

Oleh: BaliGaol, Minggu, 27 Maret 2011 

Tautan: http://baligaol.blogspot.com/2011/03/raja-ni-naipospos-dan-keturunannya.html

 

Horas,,

Kiranya Tuhan tetap memberkati kita, dan memberkati juga smua Pomparan dari ompu kita Toga Naipospos. Berikut bebereapa hal yang perlu saya ingin sampaikan mengenai keturunan dari Ompu kita, yaitu Raja Ni Naipospos. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat sejarahnya.

Menurut Legenda dan Logika
Mulai dari yang paling dasar, yaitu mengenai sebutan Raja Naipospos pada ompu kita. Menurut adat Batak, tidak ada sebutan Raja untuk perempuan, sedangkan sebutan Nai adalah dimana digunakan untuk menyatakan ibu. Jadi selama ini kita salah menyebutkan Ompu kita dengan sebutan Raja Naipospos, kita seharusnya memanggilnya Raja ni Naipospos. Raja Ni Naipospos sebenarnya hanya gelar, dimana nama aslinya adalah Raja Sidangoldangol.

Kedua, ini adalah perihal mengenai Keturunan dari Raja Ni Naipospos (Raja Sidangoldangol).  Jadi mungkin banyak diantara abang, adik, kakak, dan smua pomparan bingung karena mengenai hal ini ada 2 versi. Ada yang menyatakan bahwa anak dari Raja Ni Naipospos ada Lima, tapi saya menyatakan bahwa itu tidak benar. Sebab Keturunan dari Raja Ni Naipospos hanya ada 2, yaitu:

  1. Marbun, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Lumban Batu, Banjarnahor, dan Lumban Gaol.
  2. Sipoholon, yang nanti keturunanya menjadi cikal bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang.

Point-point yang saya pegang untuk membuktikan hal itu adalah sbb:

Ompu kita, Raja Ni Naipospos adalah ompu yang sangat borju dimana hatinya sangat lembut. Mungkin sifat ini turun ke kita, dimana rasa kekeluargaan kita sangat tinggi. 

 Hem, On ma cerita na:

Jadi Raja Ni Naipospos memiliki seorang istri yaitu boru Pasaribu (dari Borbor). Namun sekian lama Kawin, Ompung boru (Boru Pasaribu) tak kunjung mengandung. Kita mengetahui bahwa anak pada orang batak sangat lah diagung-agungkan. Karena Hal tersebut maka Ompu boru menyatakan kepada Ompu kita untuk mengambil adiknya, setelah kedua nya sama-sama setuju maka terjadilah demikian. Lalu Ompu Boru kedua ini mengandung, tapi selang beberapa kemudian Ompu Boru pertama juga mengandung.

Dan ternyata yang pertama lahir adalah Marbun dan beberapa saat kemudian lahir juga Sipoholon. Nah, inilah salah satu permasalahan pada pomparan kita. Dimana Ompu boru 1 menyatakan bahwa Sipoholon adalah siangkangan karena lahir dari istri 1, namun pihak Ompu boru 2 menentang hal tersebut dengan mengatakan bahwa Marbun adalah siangkangan karena ia yang pertama lahir. Dan Raja Ni Naipospos pun tidak bisa menentukan siapa yang menjadi siangkangan.

Lalu dengan kesepakatan bersama, Raja Ni Naipospos beserta 2 Ompu boru mengunjungi pihak hula-hula (marga Borbor). Namun pihak hula-hula tidak mampu menentukan siapa yang menjadi siangkangan. Maka hula-hula itu menyatakan “beginilah, sama-sama siangkangan lah keduanya.
Nah inilah yg membuat masalah pada kita, karena kita berlomba untuk menjadi yang diatas. Tapi, inilah arti dari sama-sama siangkangan.

Maksudnya bahwa siangkangan sian partubu Ima marbun, dan sedangkan siangkangan sian partuturan (bere) ima Sipoholon. Jadi kalau ada pesta yang diadakan oleh pihak anak, maka yang pertama menerima jambar ialah Marbun. Sedangkan kalau ada pesta dari pihak tulang(hula-hula Pasaribu) yang pertama menerima ulos adalah Sipoholon sebab berenya pertama ialah Sipoholon.

Truus,, ada juga permasalahan pada pemberian nama. Yaitu Marbun, dimana yang sebenarnya namanya Martuasame. Kenapa????

Karena arti dari Martuasame adalah bibit atau yang bakal bertuah (dimana artinya Marbun itu adalah bibit atau anak yang bertuah karena pertama lahir), sebab kita ketahui Marbun lah yang pertama lahir. Dimana arti sipoholon berasal dari kata pohol dimana dulu ia dipohol oleh ibunya supaya cepat besar(MUNGKIN tujuannya agar bisa menjadi siangkangan). Dan nama dari sipoholon adalah Pospos. Kenapa???????

Begini ada contoh,
Ompu dari Raja Ni Naipospos yaitu Tuan Sori mangaraja, dimana ia memiliki tiga orang istri yaitu,

  1. Ina Naiambaton (ibu dari si ambaton/Ompu Raja Naibolon)
  2. Ina Nairasaon (ibu dari si rasaon/ Radja Mangarerak)
  3. Ina Naisuanon/Naitungkaon (ibu dari si suanon/Tuan Sorbanibanua/siboru SanggulHaomasan)

Dan pada marga ini, mereka dapat menyatu. Sebab jelas kita ketahui bahwa istri pertama adalah Ina Naisuanon tapi anak yang pertama lahir ialah dari Ina Naiambaton dan pomparan ini setuju bahwa Naibaton menjadi siangkangan walaupun Naisuanon dari Istri pertama. Nah hata sada pada pomparan kita lah yang sulit kita temukan, mungkin dari cerita ini bisa melunak pada pikiran kita semua.

Nah, ada juga 1 lagi contoh. Dari Abang Raja Ni Naipospos yaitu Siraja Oloan yang memiliki dua istri juga.

  1. Ina Boru Limbong (inang dari si Baho atau Baho Radja)
  2. Ina Boru Lingga yang memiliki 3 anak:
    • Sihotang
    • Si Toga Bakkara (yang menjadi marga Bakkara)
    • Si Toga Sinambela (yang menjadi marga Sinambela)

Dimana juga kita ketahui bahwa pada Si Baho ia memakai nama Naibaho untuk menunjukkan bahwa ia beda ibu dengan ketiga saudaranya yang lain(Sihotang, Bakkara, dan Sinambela).

Hemmmm…..
Menurut bahasa Batak asli, arti dari Toga ialah anak. Jadi kalau disebut Toga Naipospos, maka berarti anak dari Naipospos dan Toga Dari Naimarbun adalah Marbun.

Maka dari Toga Marbun,

  1. Raja Lumban Batu,
  2. Raja Banjarnahor,
  3. Raja Lumban Gaol dan
  4. Seorang Putri tetapi meninggal pada masa remajanya.

Dan dari Toga Pospos

  1. Donda Hopol (cikal bakal marga Sibagariang)
  2. Donda Ujung (cikal bakal marga Hutauruk)
  3. Ujung Tinumpak (cikal bakal marga Simanungkalit)
  4. Jamita Mangaraja (cikal bakal marga Situmeang)
  5. X (Dimana mati muda dan tidak sempat memiliki keturunan)

Jadi mungkin inilah yang kebanyakan dikatakan oleh Parhuta Raja yang selalu menyatakan anak dari Naipospos adalah 5, dan memang benar dan anak Kelima bukanlah Marbun. Dan Anak dari Raja Ni Naipospos adalah 2 seperti yang kita ketahui. Dan, mengapa sipoholon disebut Pospos berasal dari Naipospos tersebut.

Ompu kita si Raja Ni Naipospos/Raja Sidangoldangol disebut juga Ompu sigulang batu (dimana ketika musuhnya datang, ia menggulingkan batu dari puncak atau atas Dolok Imun untuk mengusir musuhnya datang). Istri Ompu Raja Sidangoldangol adalah boru pasaribu dari huta Sihole Limbong tapi dikemudian hari OrangTuanya mengganti marga Menjadi Limbong karena sesuatu hal dan mereka juga bermukim di Limbong(jadi jika ada marga Limbong yang berubah marga kembali menjadi Pasaribu, itulah hula-hula kita. Dimana mereka juga mengakui kebenaran dari cerita ini)

Keturunan dari Raja Ni Naipospos:

  1. Martuasame(Marbun) Beristri boru Pasaribu
  2. Pospos(Sipoholon) Beristri 2 Yaitu -Istri pertama tidak diketahui boru nya (yang melahirkan Donda Hopol) dan -Istri Kedua boru Siburian (ibu dari Donda Ujung, Ujung tinumpak, dan Jamita Mangaraja)
  3. Putri Pertama, kawin dengan Raja Nagor (Manik), bermukim di daerah Silindung.
  4. Putri Kedua, kawin dengan Silitonga
  5. Putri Ketiga, kawin dengan Manalu (M. Dolok)
  6. Putri Keempat, meninggal saat remaja.

Dan juga satu pemahaman lagi buat ampara-ampara saya marga Marbun, bahwa seseorang akan mendapat gelar raja bilamana ia dapat membuka perkampungan. Jadi yang pergi ke Bakkara ialah anak dari Marbun, dan membuka perkampungan disana. Jadi Marbun tetap tinggal di Dolok Imun dan Jasadnya masih berada di Dolok Imun (mungkin dekat dengan mual Tabu). Jadi tidak mungkin membuat kampung di Tanah Orangtuanya, sehingga keturunan dari marga Sipoholon tidak ada yang bergelar raja. Karena tinggal dikampung Orangtuanya Raja Ni Naipospos.

Di Dolok Imun ada Mual/Mata air yang bernama Sipitu Mual, yang dibuat bersama-sama oleh ketujuh cucu dari Raja Ni Naipospos dengan menancapkan tombak nya, sehingga terjadi Tujuh mata air. Dan juga sekarang Di lereng Gunung Mual ni Raja Ni Naipospos dekat dengan batu Hitam yang berukuran kurang lebih 4 m2 dengan tinggi 2 m. yang mana batu tersebut terkadang dapat dilihat/timbul dan kadang menghilang.

Naah…….., Buat ampara, ito, amang dan inang.,
Mohon dipahami, sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya,,

Selama ini kita selalu bermasalah mengenai pomparan kita, sehingga kita jarang menemukan kata sada pada suatu kegiatan. Jika kita mengenal ompu kita, leluhur kita. Maka ia akan memberi berkat nya kepada kita.

Tuhan Memberkati Kita.

 Pusaka Raja Naipospos, Piso natinopa sian mas, ringgit dohot suasa:

  1. Sibiaksa (di Dolok Imun)
  2. Losung batu
  3. Pinggan pasu
  4. Pagar pangalo (di Dolok Imun)
  5. Pagar parorot (di Dolok Imun)
  6. Tunggal panaluan 

Na jinalo ni Raja Naipospos sian simatuana

  1. Pustaha na metmet (pengobatan)
  2. Pat ni manuk (manontuhon boni sisuanon)

 (8 dohot 9 ditiop marga Lumban Batu di Bakkara)

  1. Salapa (ditiop marga Lumban Batu)
  2. Panotuan ni napuran (ditiop marga Situmeang) 

(10 dohot 11 dijalo sian Guruna, Guru Sorundangon sian Gulung Darat)

-BaliGaol-

  1. Penulisan yang berani dari seorang muda-belia

  2. hmmmm… apakah datanya otentik…..?

  3. Pusing kepalaku setelah membaca tulisan ini sebab aku ngak mgerti .Seolah olah cerita ini ditulis oleh orang lahir sebelum masehi.Denggan ma hita unang pola marsigulut gabe na parjolo tubu. Ala ingkon sian si Adam nama baenonta tarombo. Pembenaran bukanlah sesuatu yang benar. Sebab semua kebnaran adalah kesalahan, dan semua kesalahan adalah kebenaran.

    • tom parluhutan sinagabariang
    • July 17th, 2013

    Kurang mengerti nih? mohon penjelasannya lagi….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: